Mari kita
mengkhayal bahwa kita mempunyai sebuah
mesin ajaib yang dinamakan “MESIN WAKTU” atau “TIME MACHINE”. Dia akan membawa
kita ke zaman purba. Masa itu orang belum kenal apa apa tentang mekanika
.bayangkanlah bagaimana rasanya kalau barang – barang yang kita butuhkan sehari
hari, tidak kita jumpai. Kita merasa canggung, bukan?Dimana kita mencari
makanan, pakaian, dan tempat berlindung?Kekurangan-kekurangan seperti ini
menyusahkan penghidupan kita.Apa lagi kita tidak mempunyai alat-alat dan
sebagainya; hanya kaki dan tangan ada pada kita, dan untung kita dapat
berpikir. Jadi, kita mulai berpikir. Jadi kita mulai berpikir bagaimana kita
dapat melaksanakan usaha kita untuk memperoleh barang yang kita butuhkan sebaik
mungkin .
Kita insaf bahwa kita
harus membuat alat-alat sederhana untuk memburu binatang-binatang besar dihutan
, yang menjadi bahan makanan kita untuk beberapa hari. Tentu kita masih buta
huruf dalam hal-hal transportasi.Kita harus berpikir dalam-dalam bagaimana
caranya membawa binatang itu ke gua kediaman kita.Kalau hasil buruan itu kita
gendong sepanjang jalan dihutan. Wah, bisa patah tulang kita sobat; jadi, cara
itu tidak mungkin . Nah, pada waktu itu ada seorang diantara kita yang mendapat
akal bagus, diletakanya beban itu diatas beberapa batang pohon kayu, atau diatas pasangan kayu yang panjang
dan lebar , lalu didorong, seperti
kereta seret yang sederhana. Rupanya tidak begitu berat mendorong muatan
kita ini, malahan enteng bangetz.Begini lah kira kira cerita penemuan kereta
pertama untuk pengangkutan darat. Keadaan demikian terjadi di zaman MESOLITH,
kira-kira 15.000 tahun yang lalu (dark age), atau lebih. Orang waktu itu belum dapat menerangkan mengapa beban
yang begitu berat jauh lebih mudah diangkut kalau ditaruh diatas kereta
daripada diseret begitu saja diatas tanah yang tidak rata. Pengetahuan ini
diperoleh orang di zaman itu hanya dari pengalaman.Kini kita tahu bahwa hal ini
adalah persoalan gesekan semata-mata.Gesekan ini rintangan alam terbesar bagi
transportasi.
Gesekan menghambat
gerak; ia terjadi kalau satu barang bergesek dengan barang lain. Makin
tidak rata permukaan barang, makin besar
gesekan itu. Tentu saja tiada satu barangpun yang sama sekali licin. Tetapi,
yang satu lebih licin daripada yang lain, dan semua barang menyebabakan gesekan
walaupun sedikit. Jadi, papan kayu yang oleh orang-orang dari zaman MESOLITH
dipasang dibawah barang perburuannya yang lekuk-lekuk itu, atau batu bangunan yang
besar , berfungsi mengurangi gesekan antara muatanya dan tanah, karena papan
kayu lebih licin daripada barang muatanya .
Kaum petani yang pertama sering menggunakan
kereta geret ini yang kira-kira dibuat seperti
Berikut: diatas kedua papan kayu , yang disebut
RUNNERS sob, dipasang balok-balok lintang; semuanya diikkat dengan tali kulit,
menjadi satu. Didaerah dimana banyak salju kereta geret itu sangat mudah
bergerak karena salju empuk membuat permukaan jalan licin; begitu juga kalau
dimusim dingin sungai dan danau membeku menjadi es , permukaanya sangat licin.
Penemuan ini lahir dari waktu ke waktu, diantara
suku suku bangsa di seluruh dunia. Mungkin serentak, mungkin juga beberapa
ratus ribu tahun kemudian, manusia menemukan hal lain yang lagi besar.
Terjadinya kira kira sebagai berikut: sedang dia menebang pohon kayu untuk kayu
bakar atau kayu bangunan, jatuh sebuah
batu karang yang besar, menimpa dua buah batang pohon. Ketika dia mencoba
mendorong batu karang itu dari kayu kayunya, tiba-tiba batu itu lari terguling
guling bersama kayu kayu. Melihat peristiwa itu dia merasa heran dan gembira
bahwa dengan mudah batu itu dapat diangkut dari batang kayu……………… dan berlari
terus dengan sendirinya .
Pasti Manusia sederhana itu memanfaatkan
guling-gulingan ini sepenuhnya, yang juga dinamakan rollers sob. Gesekan guling
kurang daripada gesekan gelingsir karena hanya terdapat sedikit gesekan antara
guling-gulingan dan tanah Transportasi dengan guling-gulingan sejak lama dipergunakan
dan sebetulnya dimasa kini masih tetap digunakan di beberapa tempat
didunia.Pengangkutan dengan guling-gulingan ini dilaksanakan oleh suatu team
pekerja ada yang mendorong atau menarik, ada yang mengangkat roller-roller itu
dari belakang muatanya dan memindahkan kedepan.Pekerjaan ini, yang dilakukan
secara gotong- royong, mengembangkan jiwa persatuan antara sekelompok orang
primitive.
Kita
mengenal beberapa monument zaman kuno, yang pembangunanya tidak mungkin
diselenggarakan tanpa menggunakan pengangkutan dengan guling-gulingan, seperti
“Pyramid” di Mesir,atau “Stonhenge” di
Inggris. Stonehenge adalah suatu bangunan di Wiltshire, yang terdiri dari
susunan batu-batu alam besar dalam bentuk bulatan di SALISBURY PLAIN.Agaknya di
sini dahulu berlangsung upacara-upacara agama kadang-kadang juga penelitian
ilmu falak batu-batu besar itu diambil dari South Wales, duimana batu-batu
serupa itu banyak terdapat.Jauhnya ke Wiltshare hampir 150 mil.Tak mungkin
batu-batu besar itu diangkut tanpa menggunakan roller, biarpun kadang-kadang
melewati pengairan.
Cara ini tentu belum
ideal untuk mengangkut barang-barang berat. Tiap kali memindahkan roller dari
belakang ke depan akhirnya meletihkan badan orang dan memperlambat pekerjaan.
Lagi pula, manusia pada dasarnya segan
bekerja berat, maka dia berusaha mencari perbaikan. Dia membuat pedati terdiri
dari sebuah pelataran untuk meletakan barangnya, yang di buat dari batok-batok
yang diikat bersama, dan satu roller dibawah pelataran itu.Roller ini ditahan
pada tempatnya dengan empat buah pasak tegak lurus.Celakanya, dengan kereta
semacam ini gesekan antara roller dan pelataran manjadi sangat besar.
Tetapi idenya baik
karena dari pedati roller ini lahirlah suatu ciptaan yang terluhur, mungkin
terbesar dalam sejarah yakni roda.
Bagaimana
terjadinya?Dimana ?bilamana ?tiap kalikah ? Kita tidak tahu. Kita hanya dapat
memuji kecerdasan nenek moyang kita, yang begitu gemilang orang yang setengah
biadab dan rendah pendidikanya, menemukan suatu dasar alat yang penting bagi
perkembangan hidup kita. Tanpa roda,
kapal terbang tidak dapat terbang, jam tangan tak dapat menunjukan waktu,
pabrik tak dapat bekerja , dan dunia kita sekarang tak bias bejalan terus.
Mungkin ketika melihat roller manjadi makin lama makin
bundar dan ceper karena gesekan, sekelompok pekerja menjadi ilham atau
kebetulan sebuah tongkat tertusuk ke dalam roller, jadi berfungsi sebagai poros
sederhana atau mungkin juga roda itu
hasil pemikiran dan percobaan beberapa orang tukang yang kecakapanya luar
biasa. Bagaimanapun juga. Pokonya roda sudah lahir, dan berperan di dunia
.semula, dan beberapa lama juga kemudian roda itu berupa barang kasar dan kaku,
tidak lebih dari sebuah piringan yang dikapak dari pohon kayu, dengan lobang
ditengah untuk poros. Tentu ini tidak dapat dibuat tanpa pekakas- seperti
gergaji, penggerek, pisau, ketam. Nah sob, adanya perkakas besi itu menunjukan
bahwa pertambangan, peleburanbesi, danpembuatan alat waktu itu sudah berkembang
sebab dengan perkakas dari batu tentu kurang baik hasilnya. Beberapa ahli ilmu
purbakala berpendapat bahwa pedati beroda sudah dipakai oleh pengembara –
pengembara di danau di Swiss dan pegunungan Alp di Jerman sejak 20.000tahun
yang lalu.Tetapi tanda-tanda membuktikan bahwa pedati beroda pertama mulai di
pakai di Negara Syiria dan Sumeria kira-kira 4000 dan 3500 Sebelum Masehi (SM).
Sekitar tahun 3000 Masehi di Mesopotamia pedati beroda sudah jadi barang umum,
dan sampai di indus kira-kira 2500 SM.
Anehnya,
di mesir roda belum di kenal orang sampai beberapa abad kemudian tetapi, begitu
kenal langsung diolah.Seperti roda jeruji, mungkin orang Mesir yang
menemukannya kira-kira tahun 1800 SM. Roda beruji ini lebih ringan dan lebih
kuat dari pada roda piringan, yang mudah patah apabila menahan muatan berat.
Roda ini dibuat dari 2 potongan tersendiri – paos dan pelek – dan ruji-ruji
menghubungkanya. Konstruksi ini memungkinkan tekanan terbagi sama rata pada
seluruh roda. Juga pelataran yang dipasang pada poros diganti dengan sebuah
peti atau ranjang.Orang-orang Yunani dan Romawi. Mereka menggunakanya terutama
sebagai kereta perang , atau pada acara
keagamaan dan untuk balapan. Pada mulanya dipasang untuk menarik
gerobak.Tetapi segera di ganti dengan kuda, yang dirasa lebih cocok, lansip
lebih cepat berlari. Kemudian, orang romawi yang juga menemukan kereta beroda 4, dengan paksi
bencancang, sehingga poros depan dapat berputar mendatar. Jadi, lebih mudah
mengendalikanya.Setelah perbaikan-perbaikan demikian, barulah kendaraan itu
dapat digunakan untuk transport dalam arti umum.
Blognya
Anak Indramayu
Sekian dulu cerita dari legy
semoga bermanfaat bagi SOBAT blogger, atau pengunjung.eitssss, jangan tutup
dulu blog legy ada informasi nich, minggu depan legy mau posting SEJARAH AWAL
DIBUATNYA “JALAN” oke sobat, jangan bosen bosen kunjungin blog legy ya!!! Semoga
sobat blogger senang, mmmmmmmmm, legy mau ngucapin thanks yang
sebanyak-banyaknya buat visitor Legy02.blogspot.com mungkin itu aja yang bisa
diucapin dari legy sekali lagi terimakasih wasalamualaikum Wr. Wb
Good bye sampai ketemu minggu depan…………………………………………
Suka Dengan Artikel Ini ?
Anda baru saja membaca artikel yang berjudul "SEJARAH AWAL DITEMUKANYA RODA". Anda bisa bookmark halaman ini dengan URL https://legyatna.blogspot.com/2012/11/sejarah-awal-ditemukanya-roda_9.html.

0 komentar "SEJARAH AWAL DITEMUKANYA RODA", Baca atau Masukkan Komentar
Posting Komentar